Raga ini takkan berhenti mengharapkanmu,
Nafas ini takkan berhenti mengharapkanmu,
Membuka hati, Membuka pintu maaf, Yang Membeku seperti salju putih yang abadi.
Karna luka yang pernah terjadi, Meruntuhkan rasamu, semua tentang Aku.
Sebenarnya tak pernah aku sengaja,
Membuatmu begitu dalam tenggelam,
Hatiku sangat terluka karna perpisahan itu,
Yang terjadi bukanlah keinginanku,
Keadaan dan kenyataan yang membuat kita tak mampu mempertahankannya
Jika aku bisa memilih..
takkan pernah teruntuhkan Cinta,
Karna Diriku pun tak mampu berdiri,
Setelah kau tiada di sisi..
Jika aku bisa Merubah kenyataan..
Tiada pernah akan terhenti kisah indah kita.
Kisah yang telah begitu jauh kita jalani dengan senyuman, Canda, tawa dan kebahagiaan yang begitu terasa nyata.
Raga ini takkan berhenti Mengharapkanmu..
Kembali menemani perjalanan yang terpatahkan oleh keadaan,
Engkaulah kebahagiaanku yang takkan mampu tergantikan...Dengan siapapun.
*Aayy
Nafas ini takkan berhenti mengharapkanmu,
Membuka hati, Membuka pintu maaf, Yang Membeku seperti salju putih yang abadi.
Karna luka yang pernah terjadi, Meruntuhkan rasamu, semua tentang Aku.
Sebenarnya tak pernah aku sengaja,
Membuatmu begitu dalam tenggelam,
Hatiku sangat terluka karna perpisahan itu,
Yang terjadi bukanlah keinginanku,
Keadaan dan kenyataan yang membuat kita tak mampu mempertahankannya
Jika aku bisa memilih..
takkan pernah teruntuhkan Cinta,
Karna Diriku pun tak mampu berdiri,
Setelah kau tiada di sisi..
Jika aku bisa Merubah kenyataan..
Tiada pernah akan terhenti kisah indah kita.
Kisah yang telah begitu jauh kita jalani dengan senyuman, Canda, tawa dan kebahagiaan yang begitu terasa nyata.
Raga ini takkan berhenti Mengharapkanmu..
Kembali menemani perjalanan yang terpatahkan oleh keadaan,
Engkaulah kebahagiaanku yang takkan mampu tergantikan...Dengan siapapun.
*Aayy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar