Nanti..
Apakah kau masih mengingat diriku.?
Mengingat kenangan kita.?
Aku tak tau..
Apakah benar kau pergi.?
Aku tak percaya itu,,
Aku ingin kau tetap disini..
Bersama ku slalu..
Biarkan waktu berhenti saat kita berdua,,
Melewati hal yang indah,,
Tak menjadi kenangan,,
Tapi hal yang selalu aku jalani..
Bawalah kerinduan ini..
Tak mampu ku menahan mu..
Tapi...
Aku sadar..
Rindu ini membunuhku...
*Aayy
Yang Ku Rasa
Sabtu, 11 April 2015
Penjara Kesedihan
Wahai kekasih ku,,
bisakah kau mendengarkan aku
walau kini tempat mu jauh berbeda
tak pernah terfikirkan dalam benak ku
Aku rindu di dekatmu,,
kini engkau tiada
jauh lah hatiku kau letakan dalam samudra
kini tiada lagi bahagia yang aku rasa
kala hampa di temani duka,,
Tiada yang indah setelah engkau tiada
memukul sepiku, terusik jiwa ku
beban lah semakin kian ku membisu
apa lah dalam benak ku,,
Kau tak mungkin kembali di hadapan ku
aku lemah, temanilah walau hanya sejenak
habiskan waktu untuk memikirkan kamu
semakin jauh semakin aku terluka
Ketika semua orang tersenyum dalam selimut bahagia
jatuh lah aku,air mata di pipi ku
tiada yang menghapus, tiada yang mengobati
engkau telah pergi, engkau telah mati
tinggal kan mulut yang terbungkam
penjara kesedihan
*Aayy
bisakah kau mendengarkan aku
walau kini tempat mu jauh berbeda
tak pernah terfikirkan dalam benak ku
Aku rindu di dekatmu,,
kini engkau tiada
jauh lah hatiku kau letakan dalam samudra
kini tiada lagi bahagia yang aku rasa
kala hampa di temani duka,,
Tiada yang indah setelah engkau tiada
memukul sepiku, terusik jiwa ku
beban lah semakin kian ku membisu
apa lah dalam benak ku,,
Kau tak mungkin kembali di hadapan ku
aku lemah, temanilah walau hanya sejenak
habiskan waktu untuk memikirkan kamu
semakin jauh semakin aku terluka
Ketika semua orang tersenyum dalam selimut bahagia
jatuh lah aku,air mata di pipi ku
tiada yang menghapus, tiada yang mengobati
engkau telah pergi, engkau telah mati
tinggal kan mulut yang terbungkam
penjara kesedihan
*Aayy
Perih
Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?
Ditengah malam syahdu nan pekat
Ku teringat pada mu, bayangmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Ku coba untuk melupakanmu
Namun bayang mu, trus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin yang sejukkan
Jiwa ragaku…
Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
Kayu arang abu…
Ku coba bertanya pada malam
Dia membisu
Angin berlalupun, tak memberikan
Jawaban,,
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu…
Dan mengapa aku terlahir untuk terluka…
Ku sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi ku tak bisa, ku tak rela
Mungkin ada yang lebih dariku….
Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya…
Sungguh hina diriku
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku..
Mengapa aku di pertemukan denganmu
Musim gugur dihatiku…
Seakan tumbuh bersemi
Titian cintaku pupus begitu saja
Tiadakah iba dihati mu…
Tiadakah rasa ntuk ku….
Kau berlalu menuju impian mu yang baru..
Rinduku sudah kau lara…
Sayang ku kini t’lah kau buang
Mungkinkah aku tercipta
Hanya untuk disakiti dan dihina???
Apakah ini suatu cobaan untukku??
Apakah ini suatu goresan hati yang luka??
Yang tak bisa sembuh
Walau penawar vdari mana pun…
Semoga kau bahagia
Tanpa sosok bayanganku…
*Aayy
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?
Ditengah malam syahdu nan pekat
Ku teringat pada mu, bayangmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Ku coba untuk melupakanmu
Namun bayang mu, trus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin yang sejukkan
Jiwa ragaku…
Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
Kayu arang abu…
Ku coba bertanya pada malam
Dia membisu
Angin berlalupun, tak memberikan
Jawaban,,
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu…
Dan mengapa aku terlahir untuk terluka…
Ku sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi ku tak bisa, ku tak rela
Mungkin ada yang lebih dariku….
Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya…
Sungguh hina diriku
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku..
Mengapa aku di pertemukan denganmu
Musim gugur dihatiku…
Seakan tumbuh bersemi
Titian cintaku pupus begitu saja
Tiadakah iba dihati mu…
Tiadakah rasa ntuk ku….
Kau berlalu menuju impian mu yang baru..
Rinduku sudah kau lara…
Sayang ku kini t’lah kau buang
Mungkinkah aku tercipta
Hanya untuk disakiti dan dihina???
Apakah ini suatu cobaan untukku??
Apakah ini suatu goresan hati yang luka??
Yang tak bisa sembuh
Walau penawar vdari mana pun…
Semoga kau bahagia
Tanpa sosok bayanganku…
*Aayy
Bayang Masa Lalu
Mesin waktu bergulir tiada henti
bayangan masa lalu kembali hadir menyapakuq..
membuatku tak bisa melihat dunia luas
bagaikan mata ini tertutup selendang hitam..
Masa lalu itu seperti bulan diatas kuburan
karna engkau telah berhasil melukai hatiku
lalu kau sembunyikan pisau itu
seolah kau hilngkan rasa bersalah
Kemana aku akan melangkah
akupun d'anggap darah yang beracun
hingga yang lainpun enggan mengusiknya
kemana lagi aku haruz mengadu
karna tak seorang pun yang menghiraukanku
Cintaku padamu begitu lembut
bagaikan embun dipagi hari
aku mencoba untuk berkaca
terbata...kaca lembut tak mampu
menggambarkan masa depanku
yang telah tenggelam oleh masa lalu cinta mu..
*Aayy
bayangan masa lalu kembali hadir menyapakuq..
membuatku tak bisa melihat dunia luas
bagaikan mata ini tertutup selendang hitam..
Masa lalu itu seperti bulan diatas kuburan
karna engkau telah berhasil melukai hatiku
lalu kau sembunyikan pisau itu
seolah kau hilngkan rasa bersalah
Kemana aku akan melangkah
akupun d'anggap darah yang beracun
hingga yang lainpun enggan mengusiknya
kemana lagi aku haruz mengadu
karna tak seorang pun yang menghiraukanku
Cintaku padamu begitu lembut
bagaikan embun dipagi hari
aku mencoba untuk berkaca
terbata...kaca lembut tak mampu
menggambarkan masa depanku
yang telah tenggelam oleh masa lalu cinta mu..
*Aayy
Pembelajaran
Aku belajar arti sebuah kesetiaan dari pengkhianatanmu.
Aku belajar arti kejujuran dari kebohonganmu.
Aku belajar arti kasih sayang tulus dari fatamorgana cintamu.
Aku belajar arti sebuah senyum dari luka yang kau goreskan untukku.
Aku tau kau tak mencintaiku tapi aku lebih baik mencintai dan terluka,
Dari pada bersembunyi ketakutan dalam hidup tanpa cinta.
Karna cinta memang tidak menjamin kebahagiaan,
Tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa cinta.
*Aayy
Kamis, 29 Mei 2014
Cintaku dalam diam
Aku lebih suka diam dan memperhatikan,
Walau banyak yang ingin aku ungkapkan.
Aku lebih memilih merindu dalam hati,
Walau perih terus menjumpai.
Aku tak begitu berharap,
Walau sebenar-benarnya ingin ku dekap.
Semua rasa yang menancap,
Dalam relung jiwa yang di penuhi senyap.
Rinduku terus terpendam,
Dalam relung jiwa yang amat dalam.
Cinta ini begitu kuat,
Dan bukanlah rasa yang sesaat.
Engkau adalah bahagiaku,
Dan engkau adalah sedihku.
Biarku pendam saja,
Semua rasa cinta dalam dada.
wangi tubuhmu masih kurasa,
Dan tak bisa ku tepis begitu saja.
Canda tawamu masih terbayang,
Dalam fikirku yang terus melayang.
Luka ini terus kurasa,
Tapi kucoba indahkan semua.
Aku tak bisa menepis semua,
Karna kuatnya cinta yang ku punya.
padamu.
*Aayy
Walau banyak yang ingin aku ungkapkan.
Aku lebih memilih merindu dalam hati,
Walau perih terus menjumpai.
Aku tak begitu berharap,
Walau sebenar-benarnya ingin ku dekap.
Semua rasa yang menancap,
Dalam relung jiwa yang di penuhi senyap.
Rinduku terus terpendam,
Dalam relung jiwa yang amat dalam.
Cinta ini begitu kuat,
Dan bukanlah rasa yang sesaat.
Engkau adalah bahagiaku,
Dan engkau adalah sedihku.
Biarku pendam saja,
Semua rasa cinta dalam dada.
wangi tubuhmu masih kurasa,
Dan tak bisa ku tepis begitu saja.
Canda tawamu masih terbayang,
Dalam fikirku yang terus melayang.
Luka ini terus kurasa,
Tapi kucoba indahkan semua.
Aku tak bisa menepis semua,
Karna kuatnya cinta yang ku punya.
padamu.
*Aayy
Kekecewaan
Sejenak ku terpaku
Masih terbayang jelas lukaku
Minggu lalu!
Sesak batin ini menahannya
Terhimpit duka, lara, dan nestapa
Tak sempat terfikir sebelumnya
Kau kan beranjak…menjauh…
Tinggalkan ku begitu saja!
Tahukah apa yang ku rasa saat itu?
Kecewa!
Hancur!
Sakit!
Luka!
Sadarkah dengan apa yang t’lah kau lakukan?
Begitu dalam luka yang kau goreskan
Hingga terlalu pedih sakit yang ku rasakan…
Yah!
Luka yang membahana hingga kini masih ada
Disini…dalam dada…
Ku akui, muak aku melihatmu!
Ingin rasanya ku membencimu
Tapi apa daya? Aku tak kuasa!
Rasa sayang yang ku miliki
T’lah mengakar kuat padamu
Terlanjur…dan terlalu dalam ku tanamkannya
Sulit, bila harus dicabut kembali…
Goresan luka yang kau torehkan
T’lah menjadi serpihaserpihan
Yang seakan menggambarkan
Betapa hancurnya diriku oleh sikapmu…
Kau rubah senyum yang tersungging di bibir
Menjadi air mata yang deras mengalir di pipiku
Pupus sudah semua angan dan impian
Hilang harapan, tinggallah kenangan
Kini, kau jauh diatas jangkauan tanganku
Akankah ku bisa meraihmu kembali?
Atau mungkinkah hanya aku wanita khilaf
Yang terlalu setia tuk sebuah cinta semu?
Tanyaku…
Haruskah ku tahan dan batasi rasa sayang ini?
Bilakah jika kau perbaiki kisi-kisi luka
Yang pernah kau torehkan?
Mungkinkah luka ini kan cepat sirna
Mengingat betapa pahit dan pedihnya
Romantika hidup yang ku jalani?
*Aayy
Langganan:
Postingan (Atom)