Aku lebih suka diam dan memperhatikan,
Walau banyak yang ingin aku ungkapkan.
Aku lebih memilih merindu dalam hati,
Walau perih terus menjumpai.
Aku tak begitu berharap,
Walau sebenar-benarnya ingin ku dekap.
Semua rasa yang menancap,
Dalam relung jiwa yang di penuhi senyap.
Rinduku terus terpendam,
Dalam relung jiwa yang amat dalam.
Cinta ini begitu kuat,
Dan bukanlah rasa yang sesaat.
Engkau adalah bahagiaku,
Dan engkau adalah sedihku.
Biarku pendam saja,
Semua rasa cinta dalam dada.
wangi tubuhmu masih kurasa,
Dan tak bisa ku tepis begitu saja.
Canda tawamu masih terbayang,
Dalam fikirku yang terus melayang.
Luka ini terus kurasa,
Tapi kucoba indahkan semua.
Aku tak bisa menepis semua,
Karna kuatnya cinta yang ku punya.
padamu.
*Aayy
Kamis, 29 Mei 2014
Kekecewaan
Sejenak ku terpaku
Masih terbayang jelas lukaku
Minggu lalu!
Sesak batin ini menahannya
Terhimpit duka, lara, dan nestapa
Tak sempat terfikir sebelumnya
Kau kan beranjak…menjauh…
Tinggalkan ku begitu saja!
Tahukah apa yang ku rasa saat itu?
Kecewa!
Hancur!
Sakit!
Luka!
Sadarkah dengan apa yang t’lah kau lakukan?
Begitu dalam luka yang kau goreskan
Hingga terlalu pedih sakit yang ku rasakan…
Yah!
Luka yang membahana hingga kini masih ada
Disini…dalam dada…
Ku akui, muak aku melihatmu!
Ingin rasanya ku membencimu
Tapi apa daya? Aku tak kuasa!
Rasa sayang yang ku miliki
T’lah mengakar kuat padamu
Terlanjur…dan terlalu dalam ku tanamkannya
Sulit, bila harus dicabut kembali…
Goresan luka yang kau torehkan
T’lah menjadi serpihaserpihan
Yang seakan menggambarkan
Betapa hancurnya diriku oleh sikapmu…
Kau rubah senyum yang tersungging di bibir
Menjadi air mata yang deras mengalir di pipiku
Pupus sudah semua angan dan impian
Hilang harapan, tinggallah kenangan
Kini, kau jauh diatas jangkauan tanganku
Akankah ku bisa meraihmu kembali?
Atau mungkinkah hanya aku wanita khilaf
Yang terlalu setia tuk sebuah cinta semu?
Tanyaku…
Haruskah ku tahan dan batasi rasa sayang ini?
Bilakah jika kau perbaiki kisi-kisi luka
Yang pernah kau torehkan?
Mungkinkah luka ini kan cepat sirna
Mengingat betapa pahit dan pedihnya
Romantika hidup yang ku jalani?
*Aayy
Bodoh
Mungkin aku terlalu bodoh.
Mungkin juga terlalu dalam rasa yang ada,
Mencintai dan Menyayangi dengan setulus hati,
Tetapi hanya bertepuk sebelah tangan.
Aku tak mengerti apakah itu cinta,
Tapi bila bersamanya aku mengerti dan bisa merasakan indahnya cinta yang putih.
Cinta yang teramat dalam Sehingga sedetikpun tak mampu melupakan,
Walaupun engkau tak mempedulikan rasa yang ada.
Kemana hati harus ku bawa,
Mencintai tanpa di cinta,
Seluruh raga seakan tak bernadi,
Bila Mengingat Hati yang bertumpu pada bayangan.
Kemanakah hati harus aku pijakkan.
Rasa terus melayang memburu kenyataan,
Cinta yang di harapkan mampu menjadi tautan,
Hanyalah Angan kosong yang tak bersambut dan tak nyata.
Mungkin aku terlalu bodoh.
Mungkin juga karna terlalu tinggi rasa berpijak,
Membuka hati kepada bintang dilangit,
Sedangkan diri luruh di atas bumi.
Seperti daun yang gugur dari tangkainy.
*Aayy
Mungkin juga terlalu dalam rasa yang ada,
Mencintai dan Menyayangi dengan setulus hati,
Tetapi hanya bertepuk sebelah tangan.
Aku tak mengerti apakah itu cinta,
Tapi bila bersamanya aku mengerti dan bisa merasakan indahnya cinta yang putih.
Cinta yang teramat dalam Sehingga sedetikpun tak mampu melupakan,
Walaupun engkau tak mempedulikan rasa yang ada.
Kemana hati harus ku bawa,
Mencintai tanpa di cinta,
Seluruh raga seakan tak bernadi,
Bila Mengingat Hati yang bertumpu pada bayangan.
Kemanakah hati harus aku pijakkan.
Rasa terus melayang memburu kenyataan,
Cinta yang di harapkan mampu menjadi tautan,
Hanyalah Angan kosong yang tak bersambut dan tak nyata.
Mungkin aku terlalu bodoh.
Mungkin juga karna terlalu tinggi rasa berpijak,
Membuka hati kepada bintang dilangit,
Sedangkan diri luruh di atas bumi.
Seperti daun yang gugur dari tangkainy.
*Aayy
Rabu, 28 Mei 2014
Perih
Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?
Ditengah malam syahdu nan pekat
Ku teringat pada mu, bayangmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Ku coba untuk melupakanmu
Namun bayang mu, trus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin yang sejukkan
Jiwa ragaku…
Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
Kayu arang abu…
Ku coba bertanya pada malam
Dia membisu
Angin berlalupun, tak memberikan
Jawaban,,
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu…
Dan mengapa aku terlahir untuk terluka…
Ku sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi ku tak bisa, ku tak rela
Mungkin ada yang lebih dariku….
Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya…
Sungguh hina diriku
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku..
Mengapa aku di pertemukan denganmu
Musim gugur dihatiku…
Seakan tumbuh bersemi
Titian cintaku pupus begitu saja
Tiadakah iba dihati mu…
Tiadakah rasa ntuk ku….
Kau berlalu menuju impian mu yang baru..
Rinduku sudah kau lara…
Sayang ku kini t’lah kau buang
Mungkinkah aku tercipta
Hanya untuk disakiti dan dihina???
Apakah ini suatu cobaan untukku??
Apakah ini suatu goresan hati yang luka??
Yang tak bisa sembuh
Walau penawar dari mana pun…
Semoga kau bahagia
Tanpa sosok bayanganku…
*Aayy
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?
Ditengah malam syahdu nan pekat
Ku teringat pada mu, bayangmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Ku coba untuk melupakanmu
Namun bayang mu, trus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin yang sejukkan
Jiwa ragaku…
Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
Kayu arang abu…
Ku coba bertanya pada malam
Dia membisu
Angin berlalupun, tak memberikan
Jawaban,,
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu…
Dan mengapa aku terlahir untuk terluka…
Ku sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi ku tak bisa, ku tak rela
Mungkin ada yang lebih dariku….
Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya…
Sungguh hina diriku
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku..
Mengapa aku di pertemukan denganmu
Musim gugur dihatiku…
Seakan tumbuh bersemi
Titian cintaku pupus begitu saja
Tiadakah iba dihati mu…
Tiadakah rasa ntuk ku….
Kau berlalu menuju impian mu yang baru..
Rinduku sudah kau lara…
Sayang ku kini t’lah kau buang
Mungkinkah aku tercipta
Hanya untuk disakiti dan dihina???
Apakah ini suatu cobaan untukku??
Apakah ini suatu goresan hati yang luka??
Yang tak bisa sembuh
Walau penawar dari mana pun…
Semoga kau bahagia
Tanpa sosok bayanganku…
*Aayy
Harapku untukmu
Raga ini takkan berhenti mengharapkanmu,
Nafas ini takkan berhenti mengharapkanmu,
Membuka hati, Membuka pintu maaf, Yang Membeku seperti salju putih yang abadi.
Karna luka yang pernah terjadi, Meruntuhkan rasamu, semua tentang Aku.
Sebenarnya tak pernah aku sengaja,
Membuatmu begitu dalam tenggelam,
Hatiku sangat terluka karna perpisahan itu,
Yang terjadi bukanlah keinginanku,
Keadaan dan kenyataan yang membuat kita tak mampu mempertahankannya
Jika aku bisa memilih..
takkan pernah teruntuhkan Cinta,
Karna Diriku pun tak mampu berdiri,
Setelah kau tiada di sisi..
Jika aku bisa Merubah kenyataan..
Tiada pernah akan terhenti kisah indah kita.
Kisah yang telah begitu jauh kita jalani dengan senyuman, Canda, tawa dan kebahagiaan yang begitu terasa nyata.
Raga ini takkan berhenti Mengharapkanmu..
Kembali menemani perjalanan yang terpatahkan oleh keadaan,
Engkaulah kebahagiaanku yang takkan mampu tergantikan...Dengan siapapun.
*Aayy
Nafas ini takkan berhenti mengharapkanmu,
Membuka hati, Membuka pintu maaf, Yang Membeku seperti salju putih yang abadi.
Karna luka yang pernah terjadi, Meruntuhkan rasamu, semua tentang Aku.
Sebenarnya tak pernah aku sengaja,
Membuatmu begitu dalam tenggelam,
Hatiku sangat terluka karna perpisahan itu,
Yang terjadi bukanlah keinginanku,
Keadaan dan kenyataan yang membuat kita tak mampu mempertahankannya
Jika aku bisa memilih..
takkan pernah teruntuhkan Cinta,
Karna Diriku pun tak mampu berdiri,
Setelah kau tiada di sisi..
Jika aku bisa Merubah kenyataan..
Tiada pernah akan terhenti kisah indah kita.
Kisah yang telah begitu jauh kita jalani dengan senyuman, Canda, tawa dan kebahagiaan yang begitu terasa nyata.
Raga ini takkan berhenti Mengharapkanmu..
Kembali menemani perjalanan yang terpatahkan oleh keadaan,
Engkaulah kebahagiaanku yang takkan mampu tergantikan...Dengan siapapun.
*Aayy
Selamat tinggal kenangan
Terima kasih untuk masa lalu, tentang segala kenangan yang indah.
Terima kasih telah mengajarkanku Arti sebuah kerelaan.
Maaf, maaf untuk Hadirku di hidupmu.
Yang dengan begitu bodoh tak pernah memahami isi hatimu.
Maaf juga telah begitu lama membebanimu dengan kehadiranku, sampai kau harus rela menjaga perasaanku di waktu yang cukup lama.
Jika boleh memutar waktu, aku hanya ingin mengembalikan waktu yang terbuang karena ku.
Tapi kusadari itu hanyalah kemustahilan.
Benar, aku tak punya kuasa untuk semua itu.
Karena meski begitu tertatih dan berat, pelan tapi pasti aku mencoba menjadi tiada bagimu, tentu bukan dengan menghapus segala tentangmu atau melupakan.
Tapi dengan melepas semuanya, melepas semua milik yang menulis tentangmu.
Sebab satu hal yang kuyakini, Orang yang benar-benar Mencintaimu, Hanya memiliki satu pilihan ketika kau tak Lagi mencintanya “pergi, Lalu Membawa sepotong hatimu”
Sekali lagi maaf dan terima kasih, doaku kau selalu bahagia..
PS: Maaf, Tapi izinkan sekali ini Lagi, mengatakan “aku mencintaimu” :’)
Aayy
Selamat tinggal kenangan :’)
*Aayy
Terima kasih telah mengajarkanku Arti sebuah kerelaan.
Maaf, maaf untuk Hadirku di hidupmu.
Yang dengan begitu bodoh tak pernah memahami isi hatimu.
Maaf juga telah begitu lama membebanimu dengan kehadiranku, sampai kau harus rela menjaga perasaanku di waktu yang cukup lama.
Jika boleh memutar waktu, aku hanya ingin mengembalikan waktu yang terbuang karena ku.
Tapi kusadari itu hanyalah kemustahilan.
Benar, aku tak punya kuasa untuk semua itu.
Karena meski begitu tertatih dan berat, pelan tapi pasti aku mencoba menjadi tiada bagimu, tentu bukan dengan menghapus segala tentangmu atau melupakan.
Tapi dengan melepas semuanya, melepas semua milik yang menulis tentangmu.
Sebab satu hal yang kuyakini, Orang yang benar-benar Mencintaimu, Hanya memiliki satu pilihan ketika kau tak Lagi mencintanya “pergi, Lalu Membawa sepotong hatimu”
Sekali lagi maaf dan terima kasih, doaku kau selalu bahagia..
PS: Maaf, Tapi izinkan sekali ini Lagi, mengatakan “aku mencintaimu” :’)
Aayy
Selamat tinggal kenangan :’)
*Aayy
Tak terjabarkan
Sendiri ditengah keramaian
nada kepedulian tak berhasil mengusikku
aku pekak
aku buta
aku tuli
tak terasa
angin kebal tanggap membelenggu
hingga aku tetap saja disini
asing dari jati diri yang sejati
entah apa yang ku cari
entah apa yang ku ingin
entah apa yang ku impi
DIA. . DIA. .
tuduhku , ketika waktu medesak alasan.
*Aayy
nada kepedulian tak berhasil mengusikku
aku pekak
aku buta
aku tuli
tak terasa
angin kebal tanggap membelenggu
hingga aku tetap saja disini
asing dari jati diri yang sejati
entah apa yang ku cari
entah apa yang ku ingin
entah apa yang ku impi
DIA. . DIA. .
tuduhku , ketika waktu medesak alasan.
*Aayy
Jika tak pantas merindu lagi
Tuhan..
Jika nanti aku sudah tidak pantas lagi untuk merindukan dia.
Sudah tidak pantas lagi untuk bisa membuat dia tertawa bahagia.
Dan jika nanti dia sudah tidak memerlukan aku lagi.
Tabah dan kuat kan lah hati ini tuhan.
Peka kan dia akan perasaan ini.
Bisikkan ke dia dalam setiap waktu aku sangat merindukan dia.
Disaat kerinduan itu datang izinkan aku untuk bisa berada dekat dengan nya .
Walaupun dia tak hadir seperti sebelumnya hadirkan lah dia walau pun hanya di dlm mimpi.
Sekarang dan selamanya perasaan ku tak kan berubah sayang
Dan aku takut jika itu benar-benar terjadi..
*Aayy
Jika nanti aku sudah tidak pantas lagi untuk merindukan dia.
Sudah tidak pantas lagi untuk bisa membuat dia tertawa bahagia.
Dan jika nanti dia sudah tidak memerlukan aku lagi.
Tabah dan kuat kan lah hati ini tuhan.
Peka kan dia akan perasaan ini.
Bisikkan ke dia dalam setiap waktu aku sangat merindukan dia.
Disaat kerinduan itu datang izinkan aku untuk bisa berada dekat dengan nya .
Walaupun dia tak hadir seperti sebelumnya hadirkan lah dia walau pun hanya di dlm mimpi.
Sekarang dan selamanya perasaan ku tak kan berubah sayang
Dan aku takut jika itu benar-benar terjadi..
*Aayy
Cinta yang agung
Cinta yang agung adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH
peduli terhadapnya..
ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu
MASIH menunggunya dengan setia..
ketika dia mulai mencintai orang lain dan
kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata
'Aku turut berbahagia untukmu' Apabila cinta tidak
berhasil...
BEBASKAN dirimu...
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan
terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah...
bahwa kamu mungkin menemukan cinta
dan kehilangannya..
tapi..
ketika cinta itu mati..
kamu TIDAK perlu mati bersamanya...
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..
MELAINKAN mereka yang tetap tegar
ketika mereka jatuh..
*Aayy
peduli terhadapnya..
ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu
MASIH menunggunya dengan setia..
ketika dia mulai mencintai orang lain dan
kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata
'Aku turut berbahagia untukmu' Apabila cinta tidak
berhasil...
BEBASKAN dirimu...
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan
terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah...
bahwa kamu mungkin menemukan cinta
dan kehilangannya..
tapi..
ketika cinta itu mati..
kamu TIDAK perlu mati bersamanya...
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..
MELAINKAN mereka yang tetap tegar
ketika mereka jatuh..
*Aayy
Yang hilang dan yang takkan pernah kembali
Pernah ia datang dalam ceria.
Sebelum lara kian dirasa.
Dalam diam ku diamkan semuanya.
Semua yang tak berharga.
Lembaran-lembaran pesan ku kirimkan.
Berjuta kata maaf ku lantunkan.
Hilangnya sebuah harapan.
Yang slama ini ku nantikan.
Kau yang hilang entah kemana.
Meninggalkan seberkas kenangan yang ada.
Akan ku simpan bukan untuk sementara.
Kau yang hilang untuk selamanya.
*Aayy
Sebelum lara kian dirasa.
Dalam diam ku diamkan semuanya.
Semua yang tak berharga.
Lembaran-lembaran pesan ku kirimkan.
Berjuta kata maaf ku lantunkan.
Hilangnya sebuah harapan.
Yang slama ini ku nantikan.
Kau yang hilang entah kemana.
Meninggalkan seberkas kenangan yang ada.
Akan ku simpan bukan untuk sementara.
Kau yang hilang untuk selamanya.
*Aayy
Langganan:
Postingan (Atom)